MOTI – Semangat menuntut ilmu tidak diukur dari jumlah, melainkan dari keteguhan hati. Hal inilah yang ditunjukkan oleh MDA As'adiyah Cabang Moti saat mengikuti pelaksanaan Ujian As'adiyah secara serentak yang digelar pada hari ini, Sabtu, 4 April 2026.
Meskipun tahun ini hanya diikuti oleh dua orang santri, suasana ujian di madrasah tetap berlangsung khidmat dan penuh antusias. Bagi pengelola madrasah, keikutsertaan ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan upaya untuk menjemput keberkahan (barakah) As'adiyah yang telah melegenda dalam mencetak ulama dan tokoh masyarakat.
Konsistensi Sejak 2024
MDA As'adiyah Cabang Moti menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam menjaga standarisasi mutu pendidikan pesantren. Sejak tahun 2024, madrasah ini secara konsisten terus mengikutsertakan santrinya dalam ujian serentak yang dikoordinasikan oleh Pengurus Besar As'adiyah Pusat Sengkang.
"Kami tetap semangat. Walaupun pesertanya hanya dua orang, yang terpenting adalah prosesnya. Kami ingin santri-santri kami memiliki legalitas dan sanad ilmu yang jelas dari As'adiyah," ungkap salah satu pembina madrasah di sela-sela pengawasan ujian.
Menjaga Eksistensi Madrasah
Pelaksanaan ujian ini juga menjadi bukti bahwa MDA As'adiyah Moti tetap eksis dan berdenyut di tengah masyarakat. Konsistensi selama tiga tahun terakhir (2024–2026) membuktikan bahwa madrasah ini serius dalam membina generasi muda, berapapun jumlah santri yang ada.
Diharapkan, kedua santri yang mengikuti ujian hari ini dapat lulus dengan hasil yang memuaskan dan menjadi teladan bagi adik-adik kelasnya di masa mendatang. Semangat "Sedikit tapi Berkualitas" menjadi motivasi utama bagi MDA As'adiyah Moti untuk terus berkontribusi dalam syiar Islam di Desa Bajiminasa.

0 Komentar